Rabu, 06 Agustus 2014

Motor Roda Tiga Untuk Pelayanan Tangan Pengharapan




in/Salah satu faktor kunci untuk menunjang kemajuan suatu daerah adalah sarana jalan dan alat transportasi. Daerah-daerah yang memiliki kondisi jalan dan sarana transportasi yang bagus umumnya cukup maju. Kedua hal ini tentu memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika tersedia sarana transportasi yang memadai dan jalan yang bagus, maka tentu perekonomian di daerah tersebut akan mengalami pertumbuhan.

Kondisi daerah pedalaman umumnya dan terutama di wilayah Indonesia tengah dan timur cukup memprihatinkan. Tidak adanya jalan yang mulus serta jauhnya bangunan sekolah membuat banyak masyarakat, terutama anak-anak cukup kesulitan. Selain itu, minimnya armada angkutan membuat mereka yang hendak pergi atau pulang dari pasar tradisional yang letaknya memang jauh terpaksa harus menunggu, bahkan bisa sampai berjam-jam untuk tiba di tempat tujuan.

Kabupaten Ngada adalah contohnya. Kabupaten yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini tadinya begitu terisolasi. Banyak penduduknya hidup miskin karena tidak tahu cara memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Untuk makan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan jagung dan daun pepaya, padahal ada banyak tanaman yang sebenarnya bisa dimanfaatkan. Pengetahuan tentang cara mengelola makananpun hanya diketahui sedikit sekali orang. Namun seiring berjalannya waktu, pemerinta daerah pun mulai membangun jalan untuk menghubungkan kabupaten yang satu dengan lainnya, hingga akhirnya sampai ke kota. Dengan dibukanya jalan yang menghubungkan kabupaten dengan kota, maka terbukalah hubungan dengan dunia luar. Arus informasipun masuk baik melalui media maupun dari para pendatang yang mencoba peruntungan mereka di perantauan.

Alhasil, kemajuan yang dialami kabupaten inipun terbilang pesat. Bahkan di kabupaten yang dulu tertinggal tersebut, kini terdapat banyak rumah-rumah bata dan jalan yang mulus serta sarana transportasi yang memadai, bahkan sekarang banyak rumah makan yang dikelola oleh penduduk setempat. Bangunan sekolahpun sudah banyak didirikan. Bahkan daerah ini sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara.

Lain di Ngada, lain pula di Timor Tengah Selatan, TTS. Kondisi infrastruktur di sini terbilang belum cukup baik. Masih banyak jalan terjal dan berbatu yang hanya bisa dilalui kendaraan truk dan bus angkutan yang jumlahnya minim. Sedangkan angkutan sepeda motor, terbilang cukup jarang. Akibat kondisi tersebut, maka banyak anak yang kelelahan setiba sampai di sekolah karena harus berjalan kaki melewati daratan yang berbatu dan tidak rata untuk tiba di sekolah.

Untuk membantu pelayanan Feeding & Learning Center Tangan Pengharapan di Amanuban Timur, seorang partner Yayasan Tangan Pengharapan memberikan bantuan berupa kendaraan motor roda tiga. Kendaraan ini digunakan untuk mengantar anak-anak belajar, membawa keperluan logistik serta untuk mengangkut air. Pelayanan Tangan Pengharapan di Amanuban Timur kini menjadi semakin lebih ringan dengan adanya kendaraan motor roda tiga ini. Selain fleksibel, motor ini juga hemat bahan bakar.

Terima kasih kepada para partners yang telah ikut membantu pelayanan Tangan Pengharapan. Perubahan besar bisa terjadi karena ada orang-orang yang peduli pada hal-hal kecil yang memang perlu diubah.




en/One of the key factors to support the development of an area is road and means of transportation. Areas having good road conditions and transportation facilities are generally quite advanced. Both of these things are related to one another. If adequate transportation facilities and good roads are in place, then the economy of the region will experience growth.

In general conditions in rural areas and especially in the central and eastern parts of Indonesia are quite alarming. The absence of smooth roads and school buildings cause difficulties for a lot of people especially children. In addition to that, the lack of transportation fleet makes those who wants to go to or return from far local traditional markets wait, even takes them several hours to arrive at their destination.

Ngada district is an example. The district that is situated in east Nusa Tenggara was so isolated. Many of its villagers lived in poverty because they did not know how to use natural resources. For daily meals, they just relied on corn and papaya leaves, although there are many plants that can actually be used. Very few of them learn how to cook meals properly. But over time, the local government began to build roads connecting the district with another one, until finally with the city. The opening of the road connecting the district with the city causes relations with the outside world open. Information came either through the media or from new comers who were trying their luck in the district.

As a result, the district experienced this rapid progress. Even in this district that once was underdeveloped, now there are a lot of houses built using bricks and smooth roads are and adequate transportation facilities. Now there are many restaurants run by local people. There are many school buildings. Now this area is often visited by both local and overseas tourists.

Ngada district is not Timor Tengah Selatan / TTS district. The infrastructure here is not good enough. There are many steep and rocky paths that can only be traversed by very few trucks and buses, while the motorcycle is quite rare. As a result of these conditions, many children are exhausted as they arrive at school because they have to walk through the rocky and unflatten path to arrive at school.

To make Tangan Pengharapan’s service in its Feeding & Learning Centers in east Amanuban, a Tangan Pengharapan’s parnet donated three-wheeled motorcycle. The vehicle is used to bring the children to school, as well as to bring the logistics and to carry water. Tangan Pengharapan service in east Amanuban has become increasingly lighter because of this three-wheeled motorcycle. Besides flexible, this motorbike is also fuel saving.

Thanks to the partners who support Tangan Pengharapan sertvice. Big change can happen because there are people who care about the little things that really need changing.



Link Youtube Panggilan Hati Untuk Berbagi (She Can You Can-Trans7):








Selasa, 22 Juli 2014

Tangan Pengharapan’s Kindergarten Graduation in Kampet

http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/
http://www.tanganpengharapan.org/sumbangan-untuk-projek-kami/


in/Entah kapan ritual prosesi wisuda ala mahasiswa sarjana ini mulai diberlakukan di sekolah-sekolah TK. Lucu memang melihat anak-anak kecil itu mengenakan jubah hitam kebesaran lengkap dengan toga dan kuncir umbul-umbul menjuntai. Tidak ketinggalan, para orang tua pun ikut sibuk mendandani anak-anak mereka. Suasana dan wajah-wajah ceria dari para hadirin termasuk para orang tua dan ekspresi tegang dari anak-anak yang akan diwisuda berbaur menjadi satu.

Pagi itu cuaca tampak cerah, secerah rona  wajah semua yang hadir baik anak-anak maupun  orang tua. Jelas sekali pancaran kebahagiaan dan rasa bangga dari para orang tua atas proses yang telah dilalui anak-anak mereka. Tanpa terasa seiring berjalannya waktu, TK Tangan Pengharapan Kampet mengakhiri tahun ajaran 2013/2014 dengan acara seremonial yaitu wisuda dan sekaligus pelepasan siswa/i  TK Tangan Pengharapan angkatan ke-2.

Di tahun kedua ini kembali TK Tangan Pengharapan di desa Kampet, Kalimantan Barat mengadakan wisuda bagi para peserta didiknya. suasana tampak meriah. Sambil duduk, mereka menantikan saat-saat yang menggembirakan, saat anak-anak mereka dinyatakan telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di TK Tangan Pengharapan dan siap-siap untuk memasuki jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar.

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Tepat pukul 09.00 WIB acara dimulai setelah sebelumnya dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua yang hadir. Serangkaian acara yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan lancar sampai selesai. Pemindahan pita di toga, pengumuman lulusan terbaik dan foto bersama adalah saat yang paling dinanti-nantikan baik oleh para orang tua, guru maupun peserta didik. 
 
“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, Yayasan Tangan Pengharapan dan kepada Bapak/Ibu guru yang telah mendidik anak-anak kami selama belajar di TK. Kami merasa bangga. Semua anak kami bisa diwisuda dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Dasar,” demikian isi sambutan yang disampaikan oleh perwakilan dari para orang tua murid. Ini merupakan sebuah gambaran bahwa walaupun dengan segala keterbatasan, apa yang kita kerjakan dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi anak-anak di Desa Kampet dan sekitarnya.

Berbekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di TK Tangan Pengharapan, kini dengan penuh percaya diri ke-12 anak yang diwisuda siap untuk bersaing dan belajar di Sekolah Dasar. Tentu saja kita berharap kelak anak-anak ini bisa menjadi calon-calon pemimpin dan abdi negara yang bisa membawa Indonesia lepas dari permasalahan yang sudah sangat kompleks.

“Selamat untuk anak-anak TK Tangan Pengharapan Kampet yang sudah diwisuda. Harapan kami semoga mendapatkan kalian sekolah lanjutan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing. Tetaplah berprestasi dan berkreasi agar bakat dan kemampuan kita tak berhenti sampai di sini,” demikian bunyi kata penutup yang disampaikan dari pihak sekolah.Pinehas

en/No one knows for sure when the graduation ceremony for kindergarten students begins. It is funny, indeed, to see those little children wearing complete graduation attires with graduation caps and tassels. And parents are busy dressing their children. Parents’ happy faces and the children’s taut expression mingled. 

It was a bright sunny morning, just as bright as the face of both parents and children coming to Tangan Pengharapan kindergarten. It seemed parents were very happy and proud of their children since they managed to go through the process of education. Unnoticed, as the time passed by, Tangan Pengharapan’s kindergarten in Kampet reached the end of the academic year of 2013/2014 and held its 2nd graduation ceremony.

In its 2nd academic year Tangan Pengharapan’s Kindergarten in Kampet village hold a graduation ceremony for its students.  The festive mood was in the air. Sitting, all parents were waiting for the exciting moment when their children were pronounced to succeed in their education at Tangan Pengharapan kindergarten and ready to proceed to elementary level.

The awaited moment finally came. At 09 AM sharp the ceremony begun after singing the national anthem, Indonesia Raya. Events that were arranged went on well. Placement of education cap’s tassels, the announcement of the best graduates and the taking of picture together, were the most waited events by parents, teachers and students as well. 
 
“We need to thank God, Tangan Pengharapan and all the teachers for having educated our children. We are really proud of them. All children are inducted and made ready to elementary education level,” a represtative of students’ parents said in his welcome speech. This thing explaines us that despite of our limitations, we can do things that are useful to children in Kampet village and its surrounding.

With then knowledge gained during their academic year in Tangan Pengharapan kindergarten, now confidently the 12 inducted students are ready to compete and study in elementary schools. We certainly hope  these children someday can be the leaders in government to set Indonesia free from its very complicated problems.

“Congratulations to inducted students of Tangan Pengharapan kindergarten in Kampet. We hope all of you can continue your education to the school of your choice and need. Stay creative so that your talents and abilities will not stop,” so is the closing speech by a staff of the school.Pinehas